Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
adalah bagian dari sistem informasi berbasis Komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan
atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem
komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari
masalah semi terstruktur yang spesifik.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis adhoc
data, pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa
depan yang digunakan pada saat-saat yang tidak biasa. Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) juga merupakan penggabungan sumber-sumber kecerdasan individu
dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan dan menjadi
sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang
menangani masalah-masalah semi struktur.
Dengan pengertian diatas, dapat
diambil suatu kesimpulan bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) bukan merupakan
alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu pengambil
keputusan untuk melengkapi informasi dari data yang telah diolah secara relevan
dan diperlukan untuk membuat keputusan
tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak dimaksudkan untuk
menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan keputusan.
Menurut Dadan Umar Daihani (2001:54), konsep Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali diungkapkan pada awal
tahun 1970-an oleh Michael S.Scott Morton yang menjelaskan bahwa Sistem
Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang berbasis computer yang ditujukan
untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu
untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.
Selain itu Efraim
Turban mengemukakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem
yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam
situasi keputusan semiterstruktur.
Sistem Pendukung Keputusan merupakan
suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan
keputusan melalui alternatif–alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan
data, informasi dan rancangan model.Dari pengertian sistem pendukung keputusan maka
dapat ditentukan karakteristik antara lain :
1. Mendukung
proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management by perception.
2. Adanya
interface manusia / mesin dimana manusia (user)
tetap memegang control proses pengambilan keputusan.
3. Mendukung
pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi
terstruktur dan tak struktur.
4. Memiliki
kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
5. Memiliki
subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat
berfungsi sebagai kesatuan item.
6. Membutuhkan
struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh
tingkatan manajemen
Dalam sistem pendukung keputusan terdapat
tiga keputusan tingkatan perangkat keras maupun lunak. Masing – masing
tingkatan berdasarkan tingkatan kemampuan berdasarkan perbedaan tingkat teknik,
lingkungan dan tugas yang akan dikerjakan. Ketiga tingkatan tersebut adalah :
a. Sistem Pendukung
Keputusan (Specific DSS)
b. Pembangkit Sistem Pendukung Keputusan (DSS
Generator)
c. Peralatan Sistem
Pendukung Keputusan
B.
Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Secara global dapat dikatakan bahwa
fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk meningkatkan
kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan alternatif-alternatif
keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan
keadaan yang dihadapi. Dengan demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi dapatlah dikatakan secara singkat
bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah untuk meningkatkan efektivitas
(do the right things) dan efesiensi (do the things right) dalam pengambilan
keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu Sistem Penunjang Keputusan
(SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari pengambilan keputusan dari pada
efisiensinya.
C. Komponen
Sistem Pendukung Keputusan
Secara umum Sistem Pendukung
Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu database Management, Model
Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK tersebut dapat
digambarkan seperti gambar di bawah ini.
|
Komponen
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
|
a. Database
Management
Merupakan subsistem data yang
terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem
pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk
keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak
dipecahkan melalui simulasi.
b. Model
Base
Merupakan suatu model yang
merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika
sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk
didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait,
batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model
Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan
mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.
c. User Interfase / Pengelolaan
Dialog
Terkadang
disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen
sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam
komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam
bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran
sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung
Keputusan.
D.
Manfaat
Sistem Pendukung Keputusan
SPK
dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil
dari SPK adalah :
1. SPK memperluas kemampuan pengambil
keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
2. SPK membantu pengambil keputusan
untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan
tidak terstruktur.
3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan
lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
4. Walaupun suatu SPK mungkin saja
tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun
dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami
persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.