a. Pengertian RFID
Identifikasi
frekuensi radio, atau RFID, adalah istilah umum untuk teknologi yang
menggunakan gelombang radio untuk secara otomatis mengidentifikasi orang atau
benda dengan jarak jauh. Kartu atau Label
RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk,hewan atau
bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang
radio. Label RFID berisi informasi yang disimpan
secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya.
Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem pembaca kode
batang atau barcode.
Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena.
Beberapa ukuran Label RFID dapat mendekati ukuran sekecil
butir beras.
kartu yang pasif tidak
membutuhkan sumber tenaga, sedangkan kartu yang aktif membutuhkan
sumber tenaga untuk dapat berfungsi.
b. Sejarah RFID
Pada tahun 1945, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang
dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang
suara menggetarkan sebuah diafragma (diaphragm)
yang mengubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang
terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif
dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama
dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa
teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an,
sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul
sekitar akhir era 1960-an.......
Sebuah
teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris pada
tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia IIuntuk
mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder
semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai
penerbangan
Karya awal
lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry
Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi
Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober
1948. Stockman memperkirakan bahwa "...riset dan pengembangan yang lebih
serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi
tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi
ini) dieksplorasi lebih jauh."
Paten Amerika
Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo pada tahun 1973 adalah nenek
moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan
memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan pada tahun
1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat
ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan
sebagai alat pembayaran bea.
Pada dasarnya,
paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai
media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor pada
tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi
(identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor
elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan,
pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu
kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang
otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis
pasien).
JENIS LABEL RFID
Ada tiga jenis label RFID: label RFID
aktif, label RFID pasif, dan label RFID semi-pasif.
1.
Label RFID aktif biasanya lebih besar dan lebih
mahal untuk diproduksi karena memerlukan sumber listrik. Label RFID
aktif memancarkan sinyalnya ke pembaca label dan biasanya lebih andal
dan akurat daripada label RFID pasif. Label RFID aktif
memiliki sinyal lebih kuat sehingga dapat digunakan pemakaiannya di lingkungan
yang sulit terjangkau seperti di bawah air, atau dari jauh untuk
mengirimkan data.
2.
Label Pasif RFID tidak memiliki pasokan listrik internal
dan bergantung pada pembaca RFID untuk mengirimkan data. Sebuah arus listrik
kecil diterima melaluigelombang radio oleh antena RFID dan daya CMOS hanya
cukup untuk mengirimkan tanggapan. Label Pasif RFID lebih cocok untuk
lingkungan pergudangan di mana tidak ada banyak gangguan dan jarak yang relatif
pendek (biasanya berkisar dari beberapa inci sampai beberapa meter).
Karena tidak ada sumber daya internal, label pasif RFID lebih kecil
dan lebih murah untuk diproduksi.
3.
Label Semi-pasif RFID mirip dengan label RFID
aktif. Label semi-pasif RFID memiliki sumber daya internal, tetapi
tidak memancarkan sinyal sampai pembaca RFID mentransmisikannya
terlebih dahulu.
TIPE DAN FREKUENSI
RFID
Ada 3 tipe tag RFID, aktif, semi-pasif dan pasif. RFID tag dapat berupa pasif, aktif atau pasif dibantu baterai. RFID pasif tidak menggunakan baterai , sedangkan yang aktif memiliki baterai on-board yang selalu memancar atau menjadi suar sinyal. Sebuah baterai pasif dibantu (BAP) memiliki baterai kecil di papan yang diaktifkan ketika di hadapan sebuah pembaca RFID.
Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker
adesif yang dapat ditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag
berisi antena yang memungkinkan peralatan itu menerima dan merespon terhadap
suatu query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver. Kebanyakan RFID tag
mengandung setidaknya dua bagian: satu adalah sebuah sirkuit terpadu untuk
menyimpan dan pengolahan informasi, modulasi dan demodulasi sebuah frekuensi
sinyal radio (RF) , dan fungsi khusus lainnya, yang lain adalah antena untuk
menerima dan mengirimkan sinyal.
Pembaca (reader) RFID diklasifikasikan menjadi dua jenis: RFID
tetap dan ponsel RFID . Jika pembaca membaca tag di posisi stasioner, hal itu
disebut RFID tetap. Pembaca tetap adalah menetapkan zona interogasi tertentu
dan menciptakan "gelembung" energi RF yang dapat dikontrol ketat. Hal
ini memungkinkan area membaca sangat definitif pada saat tag masuk dan keluar
dari zona interogasi. Di sisi lain, jika pembaca mobile ketika pembaca membaca
tag, hal itu disebut ponsel RFID.
Tag ini murah untuk diproduksi dan cukup kecil untuk disisipkan
pada item apapun. Aktif dan semi-pasif tag bekerja pada baterai internal. Tag
aktif menggunakan baterai untuk mengirim sinyal kepada pembaca, sedangkan tag
semi-aktif tergantung pada alat pembaca dalam batas jangkauannya. Tag aktif dan
semi-pasif, mengandung lebih banyak hardware dan karena itu lebih mahal. Tag
ini digunakan untuk barang-barang mahal dan mampu menangkap data untuk jarak
yang lebih jauh. Tag pasif bergantung sepenuhnya pada pembaca untuk sinyal.
Sinyal untuk tag ini bisa mencapai jarak 20 kaki. Mereka lebih murah untuk
memproduksi dan digunakan untuk item yang lebih murah. Sebuah botol shampo akan
memiliki tag pasif, yang sekali pakai dengan botol shampo.
Ada tiga jenis penyimpanan data dalam tag RFID. Ini adalah
baca-tulis, hanya membaca dan WORM (menulis pernah membaca berkali-kali). Data
Sebuah tag read-write s dapat ditambahkan ke atau ditimpa. Baca tag hanya
memiliki data yang hanya dapat dibaca, tidak ditambahkan atau ditimpa. Tag WORM
dapat memiliki data tambahan tetapi tidak dapat ditimpa. Tag RFID(transfonder)
akan mengenali diri sendiri ketika mendekteksi sinyal dari perangkat yang hanya
dapat dibaca saja (Red only) dibaca dan ditulis (Read/Wtite) sekali tulis dan
banyak baca (write once read many) juga tidak memerlukan kontak langsung maupun
jalur cahaya untuk dapat beroperasi RFID dapat berfungsi pada berbagai variasi
kondisi
lingkungan dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi.
lingkungan dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi.
RFID tag yang pasif tidak memiliki power supply sendiri. Dengan
hanya berbekal induksi listrik yang ada pada antena yang disebabkan oleh adanya
frekuensi radio scanning yang masuk, sudah cukup untuk memberi kekuatan yang
cukup
bagi RFID tag untuk mengirimkan respon balik. Sehubungan dengan power dan biaya, maka respon dari suatu RFID yang pasif biasanya sederhanya, hanya nomor ID saja. Dengan tidak adanya power supply pada RFID tag yang pasif maka akan menyebabkan semakin kecilnya ukuran dari RFID tag yang mungkin dibuat.
bagi RFID tag untuk mengirimkan respon balik. Sehubungan dengan power dan biaya, maka respon dari suatu RFID yang pasif biasanya sederhanya, hanya nomor ID saja. Dengan tidak adanya power supply pada RFID tag yang pasif maka akan menyebabkan semakin kecilnya ukuran dari RFID tag yang mungkin dibuat.
Ada empat macam RFID tag yang sering digunakan bila
dikategorikan berdasarkan frekuensi radio, yaitu:
o low frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)
o high frequency tag (13.56 MHz)
o UHF tag (868 sampai 956 MHz), UHF tag tidak bisa digunakan
secara global, karena tidak ada peraturan global yang mengatur penggunaannya.
o Microwave tag (2.45 GHz)
SISTEM DAN CARA KERJA RFID
Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya.
Penggunaan RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan
sekitar tahun 1980 an. RFID dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya
dalam men-tracking atau melacak object yang bergerak. Seiring dengan
perkembangan
teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Dalam suatu sistem RFID sederhana, suatu object dilengkapi
dengan tag yang kecil dan murah. Tag tersebut berisi transponder dengan suatu
chip memori digital yang di dalamnya berisi sebuah kode produk yang sifatnya
unik. Sebaliknya, interrogator, suatu antena yang berisi transceiver dan decoder,
memancarkan sinyal yang bisa mengaktifkan RFID tag sehingga dia dapat membaca
dan menulis data ke dalamnya. Ketika suatu RFID tag melewati suatu zone
elektromagnetis, maka dia akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh
si reader. Reader akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi
akan diproses oleh komputer.
RFID tag yang aktif, di sisi lain harus memiliki power supply
sendiri dan memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh. Memori yang dimilikinya
juga lebih besar sehingga bisa menampung berbagai macam informasi di dalamnya.
Sampai tulisan ini dipublikasikan, ukuran terkecil dari RFID tag yang aktif ini
ada yang sebesar koin. Jarak jangkauan dari RFID tag yang aktif ini bisa sampai
sekitar 10 meter dan dengan umur baterai yang bisa mencapai beberapa tahun
lamanya. RFID tag yang pasif harganya bisa lebih murah untuk diproduksi dan
tidak bergantung pada baterai. RFID tag yang banyak beredar sekarang adalah
RFID tag yang sifatnya pasif.
KEUNGGULAN
RFID memiliki dua keunggulan yang membedakan dengan barcode optic yaitu :
a. identifikasi unik sebuah tag RFID mampu merekam lebih banyak
data transaksi secara unik dari jutaan objek yang identik seperti : seriaL
number, expired date dan lain-lain. Sehingga informasi dari sebuah item yang menggunakan
RFID tag dapat dengan mudah diketahui. Hal ini berbeda dibanding barcode yang
hanya dapat mengindentifikasikan tipe obyek tempat ia dicetak.
b. segi otomasi, RFID menggunakan frekuensi radio untuk mengirimkan
informasi atau data antara RFID tag dengan RFID readernya, sehingga tidak
diperlukan kontak fisik diantara keduanya untuk dapat berkomunikasi. Tag
RFID dapat dibaca tanpa kontak line-of-sight dan tanpa penempatan yang
presisi, Reader RFID dapat melakukan Scan terhadap tag-tag sebanyak ratusan
perdetik. Hal ini berbeda dengan Barcode optic yang pada saat melakukan
Scanning memerlukan kontak line-of-sight dengan reader, dan tentu saja
peletakan fisik yang tepat dari objek yang discan. Kecuali pada lingkungan yang
benar-benar terkontrol, scanning terhadap barcode memerlukan campur tangan
manusia, sebaliknya tag-tag RFID Sebagai suksesor dari barcode, RFID dapat
melakukan control otomatis untuk banyak hal.
RFIDs juga mudah untuk disembunyikan atau dimasukkan dalam item
benda lainnya. Sebagai contoh, pada tahun 2009 para peneliti di Universitas
Bristol berhasil merekatkan RFID transponder mikro untuk mempelajari kehidupan
semut dan mempelajari perilaku mereka. Hitachi memegang rekor untuk chip RFID
terkecil, di 0.05mm x 0.05mm. Ini adalah ukuran ke 1/64 ukuran pemegang
rekor sebelumnya, mu-chip. Industri ini diaktifkan dengan menggunakan proses
silikon-on-insulator (SOI). Bentuknya yang sangat kecil seperti debu berukuran
chip dapat menyimpan 38 digit nomHal ini kecenderungan semakin miniatur RFIDs kemungkinan
akan berlanjut seiring kemajuan teknologi.
MANFAAT DAN KEGUNAANNYA
Beberapa RFID komersial yang saat ini sudah beredar di pasaran ada yang bisa diletakkan di bawah kulit. Pada tahun 2005 tercatat bahwa RFID tag terkecil berukuran 0.4 mm x 0.4 mm dan lebih tipis daripada selembar kertas. Dengan
ukuran sekian maka secara praktis benda tersebut tidak akan terlihat oleh mata. RFID tag yang pasif ini memiliki jarak jangkauan yang berbeda mulai dari 10 mm sampai dengan 6 meter.
Pada bisnis Ritel, RFID dipergunakan untuk
melakukan tracking dan melakukan pencatatan terhadap seluruh inventori. Sistem
RFID memungkinkan komunikasi antara produk-produk yang telah di-tag dengan chip
RFID dengan RFID reader dan dengan Server lokal. Cara kerja sistem secara keseluruhan
menyerupai dengan penggunaan barcode label dan barcode scanner, tetapi jauh
lebih mudah, praktis dan memuaskan, karena petugas tidak perlu melakukan
scanning satu-per satu item, karena pada saat pelanggan melewati scanner (RFID
reader) seluruh item akan langsung terdeteksi atau dihitung secara bersamaan.
Dari segi sistem, untuk implementasi RFID
dibutuhkan sebuah server lokal, RFID reader dan pre-encoded labels (tags).
Server ini akan menyimpan seluruh data yang dibutuhkan dan aplikasi yang dapat
membaca data dari tag melalui RFID Reader. RFID Server ini juga terintegrasi
dengan Inventory Management System atau POS System. Baik tag maupun RFID Reader
dilengkapi dengan antena sehingga dapat menerima dan memancarkan gelombang
elektromagnetik yang memungkinkan untuk membaca multiple tagged item pada suatu
saat. Sensitifitas antena dapat di -set untuk setiap register yang dilayaninya,
setiap reader dapat meng-handel transmisi hingga 4 register pada saat
bersamaan.
RFID dapat menjadi barcode generasi berikutnya
yang dapat dipergunakan untuk otomatisasi inventory control karena akan
memberikan banyak kemudahan dan mengurangi biaya untuk distribusi barang dari
pabrik atau vendor ke gudang. RFID tidak memerlukan kontak langsung dan sebuah
RFID Reader dapat membaca semua tag RFID yang berada pada daerah jangkauannya.
Dengan cara ini maka waktu untuk inventory control dapat dihemat. Contohnya :
Pada saat sebuah box yang berisi ratusan item dikirim oleh vendor diterima oleh
bagian gudang, maka personal gudang akan memeriksa isi box tersebut dengan
menggunakan barcode scanner dan melakukan scanning item satu persatu. Tetapi
dengan menggunakan RFID, seluruh item yang dikirim telah di-tag dengan RFID
chip, yang dapat dibaca oleh RFID Reader seluruhnya pada saat bersamaan. Hal
yang sama juga dapat dilakukan pada saat Item Transfer antar lokasi / gudang,
stock opname dan lain sebagainya.
RFID juga dipergunakan untuk mempermudah dan
mempercepat transaksi pada sebuah Retail Store, antara lain untuk :
a.
Smart Shelf : Smart Shelf
yang berbasis RFID dapat mendeteksi keberadaan setiap item pada sebuah rak.
Ketika sebuah item diambil dari rak, maka sistem dapat mendeteksi item yang
diambil oleh pelanggan, memberikan tanda dan mencatat item yang diambil,
sehingga dapat dilakukan real-time shelf inventory. Selain itu, perilaku
pelanggan dapat dicatat dalam database dan dipergunakan untuk strategi
marketing.
b.
Pada saat pelanggan
selesai berbelanja dan akan membayar di kasir (check out), maka RFID Reader
secara otomatis mendeteksi seluruh item (merchandise) yang akan dibeli oleh
pelanggan, hal ini biasanya dilakukan dengan melakukan scanning satu per satu
item oleh kasir. RFID Reader membaca RFID Chips yang melekat pada setiap item
melalui frekuensi radio, kemudian secara virtual melakukan scanning terhadap
seluruh item. Kemudian RFID Reader akan mengkomunikasikan dengan Server untuk
men-generate penjualan pada register secara otomatis.
c.
Sales Return dapat
dengan mudah dilakukan, karena sistem secara otomatis memeriksa barang yang
dikembalikan , pelanggan dapat membawa atau mengembalikan RFID-tag pada item
tanpa struk (store receipt), tag ini kemudian akan me-refer ke database untuk
mengetahui waktu pembelian, harga beli saat itu (original price), bahkan
informasi kartu kredit, dan lain-lain. Informasi detail tentang Sales Return
ini juga akan membantu Store untuk mengupdate status stok dari item yang
dikembalikan.
Manfaat RFID untuk pelaporan (reporting) akan
lebih berkualitas dan lebih cepat, contohnya : Berbagai laporan tentang
inventory dapat diketahui secara real-time dari Server Pusat, baik secara
OnLine ataupun menggunakan metode sinkronisasi data, Retailer dapat mengakses
data pada seluruh lokasi untuk mendapatkan laporan up-to-date mengenai stok
barang. Dengan menggunakan RFID, Retailer bisa mengurangi permasalahan
‘kekurangan stok’, yang sering mengakibatkan ‘lost sales’, selain juga bisa
mengurangi kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Hal ini dimungkinkan karena
status stok dapat dengan mudah di-track untuk mendapatkan data yang akurat
tentang suatu produk tertentu pada suatu saat, yang kemudian dihubungkan dengan
supply-chain. Teknologi ini juga memungkinkan Retailer untuk menganalisa
tingkat utilisasi pada suatu lokasi (Store) dan juga melakukan analisa produk
per lokasi, sehingga Retailer bisa menyediakan produk yang bersifat custom
kepada pelanggan pada lokasi tertentu.
RFID dapat dipergunakan untuk mengurangi
tingkat kehilangan barang pada suatu store, karena RFID tags menempel pada
setiap item dan setiap item yang dibawa oleh pelanggan dapat di-track apakah
sudah dibayar atau belum. RFID juga dapat ditempatkan pada kartu pelanggan dan
pada saat kartu tersebut di-scan pada saat pembayaran (check out) di konter,
monitor POS dapat menawarkan produk-produk tambahan yang belum dibeli,
berdasarkan data histori yang tersimpan di database. Wiraniaga dapat
menggunakan RFID untuk membantu pelanggan mendapatkan barang sesuai
kebutuhannya, misalnya : ukuran, warna, lokasi item di rak atau di gudang dan
lain-lain, berdasarkan informasi yang disimpan pada RFID tags menggunakan
scanner.
Pemakaian RFID di perpustakaan misalnya pintu
security ruang perpustakaan mampu mendeteksi buku-buku yang sudah dipinjam atau
belum. Ketika seorang user mengembalikan buku, security bit yang ada pada RFID
tag buku tersebut akan di-reset dan recordnya di ILS secara otomatis akan
di-update. Pada beberapa solusi yang berbasis RFID maka slip pengembaliannya
bisa di-generate secara otomatis pula. RFID juga mempermudah orang untuk
menyortir barang.
Pada tahun 2010 tiga faktor kunci yang
mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan RFID: penurunan biaya
peralatan dan tag, meningkatkan kinerja untuk kehandalan 99,9% dan standar
internasional yang stabil mengenai UHF RFID pasif. Dari perkembangannya pesat
dan beberapa kelebihan RFID ini maka sistem-sistem RFID menawarkan peningkatan
efisiensi dalam pengendalian inventaris, logistic dan manajemen rantai
supply.
Dimasa mendatang diperkirakan jika RFID dapat semakin murah dan efektif maka RFID akan menjadi suksesor bagi penggantian seluruh scanner barcode (barcode optic), mulai dari penjualan hingga integrasi dengan vendornya.
File Power Point bisa di download DisiniDimasa mendatang diperkirakan jika RFID dapat semakin murah dan efektif maka RFID akan menjadi suksesor bagi penggantian seluruh scanner barcode (barcode optic), mulai dari penjualan hingga integrasi dengan vendornya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar